Medikacare

Ini 6 Efek Samping Obat Hipertensi yang Bikin Kamu Harus Waspada

Ini 6 Efek Samping Obat Hipertensi yang Bikin Kamu Harus Waspada

Ini 6 Efek Samping Obat Hipertensi yang Bikin Kamu Harus Waspada

Mengelola tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan perjalanan panjang yang memerlukan kedisiplinan tinggi dalam mengonsumsi obat-obatan secara rutin. Bagi Anda yang sedang rutin mengonsumsi obat darah tinggi, jangan pernah menganggap obat tersebut seperti obat sakit kepala yang hanya diminum saat gejala terasa. Obat tekanan darah bekerja secara terus-menerus untuk menjaga pembuluh darah agar tetap sehat dan tidak mengalami kerusakan. Memang wajar jika di tengah penggunaan obat Anda merasakan efek samping yang kurang nyaman. Namun, sangat penting untuk tidak menghentikan konsumsi obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini sangat berisiko karena bisa menyebabkan tekanan darah naik secara tiba-tiba. Anggaplah informasi mengenai efek samping ini sebagai bekal agar Anda tetap tenang dan dapat berdiskusi dengan lebih baik saat kontrol berikutnya. Maka di bawah ini 6 efek samping yang biasanya terjadi akibat penggunaan obat darah tinggi beserta penjelasannya:

1. Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil

Obat golongan diuretik sering disebut sebagai "obat air" karena fungsinya adalah membuang kelebihan garam dan air dari tubuh melalui urine. Efek samping yang paling terasa adalah Anda akan lebih sering ke kamar mandi, terutama di jam-jam awal setelah mengonsumsi obat. Hal ini terkadang mengganggu aktivitas atau waktu tidur jika diminum terlalu malam. Selain itu, penggunaan jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dalam tubuh, seperti penurunan kadar kalium yang bisa menyebabkan kram otot atau kelelahan.

2. Batuk Kering yang Persisten

Obat golongan ACE Inhibitor (seperti Captopril atau Lisinopril) dikenal memiliki efek samping khas berupa batuk kering yang tidak kunjung sembuh. Batuk ini biasanya tidak disertai dahak dan tidak membaik dengan obat batuk biasa. Hal ini terjadi karena penumpukan zat bernama bradikinin di saluran pernapasan. Meskipun tidak berbahaya secara medis, batuk yang terus-menerus ini sering kali sangat mengganggu kualitas hidup dan komunikasi sosial pasien, sehingga dokter biasanya akan mengganti obat ke golongan lain jika batuk dirasa terlalu mengganggu.

3. Pusing, Sakit Kepala, dan Hipotensi Ortostatik

Ini 6 Efek Samping Obat Hipertensi yang Bikin Kamu Harus Waspada - medikacare

Banyak obat darah tinggi bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah. Efek samping yang sering muncul adalah rasa pusing atau sakit kepala ringan saat tubuh mencoba menyesuaikan diri. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah Hipotensi Ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah mendadak saat Anda berdiri dari posisi duduk atau berbaring secara cepat. Kondisi ini membuat Anda merasa seperti melayang atau penglihatan menjadi gelap sesaat, yang meningkatkan risiko terjatuh, terutama pada lansia.

4. Pembengkakan pada Pergelangan Kaki (Edema)

Obat golongan Calcium Channel Blockers (seperti Amlodipine) sering kali menyebabkan pembengkakan atau edema pada kaki dan pergelangan kaki. Hal ini terjadi karena kebocoran cairan dari pembuluh darah kecil ke jaringan sekitarnya akibat pelebaran pembuluh darah. Meskipun pembengkakan ini biasanya tidak nyeri, rasa kencang pada kulit dan kesulitan mengenakan sepatu sering menjadi keluhan utama pasien. Edema ini biasanya akan berkurang jika posisi kaki ditinggikan saat beristirahat.

5. Kelelahan yang Luar Biasa dan Detak Jantung Lambat

Golongan Beta-blockers bekerja dengan cara memperlambat detak jantung dan menurunkan kekuatan pompa jantung. Akibatnya, banyak pasien mengeluhkan rasa kantuk yang berlebihan, kelelahan, atau merasa lemas saat melakukan aktivitas fisik yang biasanya terasa ringan. Efek samping ini terjadi karena tubuh membatasi respons jantung terhadap aktivitas, sehingga aliran oksigen ke otot saat berolahraga sedikit terhambat. Beberapa pasien juga melaporkan tangan dan kaki terasa lebih dingin dari biasanya.

6. Gangguan Pencernaan dan Mual

Beberapa obat hipertensi dapat mengiritasi lapisan lambung atau mengubah motilitas usus, yang menyebabkan keluhan berupa mual, sakit perut, bahkan diare atau sembelit. Gejala ini biasanya bersifat sementara dan muncul saat tubuh pertama kali beradaptasi dengan obat baru. Mengonsumsi obat bersamaan dengan makanan (kecuali jika ada instruksi khusus sebaliknya) biasanya dapat membantu meminimalkan rasa tidak nyaman pada perut.

Artikel Lain

Manfaat eksfoliasi - Medikacare
Manfaat eksfoliasi - Medikacare
Mitos dan fakta penggunaan skincare - Medikacare
Mitos dan fakta penggunaan skincare - Medikacare
Ciri-ciri skincare tidak cocok dengan kulit kita - Medikacare
Ciri-ciri skincare tidak cocok dengan kulit kita - Medikacare
Bolehkah ibu hamil menggunakan skincare dengan kandungan BHA - Medikacare
Bolehkah ibu hamil menggunakan skincare dengan kandungan BHA - Medikacare
No comments yet. Be the first to comment!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB