Medikacare

Bahaya!! Memberikan madu pada bayi - Medikacare

Bahaya!! Memberikan madu pada bayi - Medikacare

Meskipun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, memberikan madu pada bayi sangat tidak disarankan. Pasalnya, mengonsumsi madu pada anak usia di bawah 1 tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi, bahkan dapat membuatnya keracunan.


Madu merupakan salah satu pemanis untuk makanan dan minuman yang lebih sehat. Selain itu, mengonsumsi madu dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga saluran pencernaan dan meredakan batuk. Namun, tidak semua orang tidak boleh mengonsumsi pemanis ini, terutama bayi.


Dampak memberikan madu pada bayi

Bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi madu. Dikarenakan, dapat berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti berikut ini:

1. Keracunan atau botulisme

Di dalam madu, terkandung bakteri yang bernama Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan serius pada bayi atau botulisme. Ini karena, sistem pencernaan bayi di bawah usia 1 tahun masih belum berkembang sempurna, jadi gangguan kesehatan ini sangat rentan terjadi.

Meski jarang terjadi, botulisme bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa si kecil. Bakteri ini dapat menyerang sistem saraf bayi, membuat otot tubuhnya menjadi lemah bahkan lumpuh serta mengganggu sistem pernapasannya.

Bunda perlu mewaspadai beberapa gejala botulisme pada bayi, yaitu susah bernapas, terlihat lemas, sulit buang air besar serta tidak menangis kencang seperti biasanya. Kondisi ini perlu segera ditangani oleh dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi.

2. Diare

Salah satu bahaya lain memberikan madu pada bayi adalah menyebabkan diare. Pasalnya, madu memiliki kandungan fruktosa yang dapat memengaruhi kemampuan usus dalam menyerap nutrisi. Madu juga dapat membuat anak mengalami gangguan pencernaan lainnya, seperti perut kembung dan kram perut.

3. Kerusakan gigi

Madu memang merupakan pemanis yang sehat. Meski begitu, madu tetap termasuk ke dalam makanan dengan kadar gula yang cukup tinggi. Bila diberikan pada bayi di bawah usia 1 tahun, dapat meningkatkan risiko kerusakan pada giginya yang baru tumbuh.

4. Obesitas

Dampak lain memberikan madu pada bayi adalah membuatnya terbiasa dengan rasa manis. Akibatnya, ia akan terus menginginkan makanan yang manis dan menolak makanan lain yang rasanya kurang manis.

Jika dibiasakan mengonsumsi makanan manis, nantinya ia akan menjadi anak dengan kelebihan berat badan bahkan mengalami obasitas. Akibatnya, risiko anak mengalami diabetes tipe 2, penyakit jantung hingga kanker di kemudian hari akan semakin tinggi.

Waktu yang tepat memberikan madu pada anak

Bila bunda ingin memberikan madu kepada si kecil, tunggulah hingga ia berusia lebih dari 1 tahun. Karena di usia ini, sistem pencernaannya sudah berkembang lebih sempurna. Bakteri baik di dalam saluran cerna serta sistem kekebalan tubuhnya sudah mampu untuk mencegah infeksi bakteri Clostridium botulinum.

Bunda dapat menambahkan madu pada menu makanan dan minuman si kecil, misalnya mengoleskan pada roti atau mencampurnya pada susu hangat. Berikan sajian tersebut satu kali saja, kemudian tunggu hingga 4 hari sebelum diberikan lagi.

Aturan pemberian madu pada bayi ini berlaku baik bagi madu murni ataupun madu olahan. Selain itu, aturan tidak hanya berlaku untuk madu asli yang berbentuk cair saja, tetapi juga semua makanan yang diolah dengan madu.

Agar tidak terjadi botulisme atau gangguan kesehatan lainnya akibat mengonsumsi madu, maka anak yang berusia masih di bawah 1 tahun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi madu. Sebagai pemanis alami untuk ditambahkan pada makanan pendamping ASI (MPASI) bagi bayi berusia 6 bulan ke atas, bunda bisa menggunakan sari buah yang lebih sehat.

Artikel Lain

10 Makanan yang menunjang kecerdasan Bayi - Medikacare
10 Makanan yang menunjang kecerdasan Bayi - Medikacare
Kebiasaan yang membuat anak terlambat bicara - Medikacare
Kebiasaan yang membuat anak terlambat bicara - Medikacare
Mengenali perkembangan pada anak dibawah usia 2 tahun - Medikacare
Mengenali perkembangan pada anak dibawah usia 2 tahun - Medikacare
MPASI - Medikacare
MPASI - Medikacare
No comments yet. Be the first to comment!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB