Medikacare

Penanganan Pertama jika Anak Menelan Benda ke Dalam Mulut - Medikacare

Penanganan Pertama jika Anak Menelan Benda ke Dalam Mulut - Medikacare

Rasa penasaran yang tinggi pada anak kerap membuatnya memasukkan benda asing ke dalam mulutnya, bahkan bisa sampai tertelan. Anak yang menelan benda asing bisa sangat berbahaya karena bisa tersangkut disaluran cerna, sehingga harus segera dikeluarkan.


Benda asing yang masuk ke dalam mulut akan masuk ke saluran cerna. Namun, benda asing tersebut bisa saja tersangkut di dalam saluran cerna, terutama di kerongkongan. Hal ini bisa terjadi karena kerongkongan memiliki bentuk seperti tabung yang lunak dan kecil.

Jika benda asing sudah melewati kerongkongan, diharapkan benda tersebut bisa turun dan keluar dari anus secara alami bersamaan dengan kotoran.

Penanganan pada Anak yang Menelan Benda Asing

Jika anak menelan benda asing, sebaiknya segera bawa ia ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Bunda juga perlu segera mengunjungi instalasi gawat darurat (IGD) jika si kecil tiba-tiba tidak bisa berbicara, batuk, kesulitan bernapas, menangis, atau napasnya berbunyi (mengi).

Sebelum mengeluarkan benda yang tertelan, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan sinar-X (Rontgen) atau CT scan untuk memastikan letak benda tersebut. Setelah mengetahui letak serta jenis benda yang tertelan, dokter akan memperkirakan dampak yang mungkin terjadi.

Penanganan yang diberikan dokter juga bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis benda yang tertelan oleh anak. Pada dasarnya, semua jenis penanganan bertujuan untuk mengeluarkan benda tersebut dari dalam tubuh anak.

Berikut adalah beberapa tindakan yang bisa dilakukan dokter bila anak menelan benda asing:

1. Jika Anak Menelan Magnet

Jika anak menelan magnet, dokter akan melakukan observasi terlebih dahulu dan menunggu magnet tersebut keluar dengan sendirinya melalui anus bersamaan dengan kotoran. Namun, jika ada dua atau lebih magnet yang tertelan, dokter akan melakukan operasi untuk mengeluarkan magnet tersebut.

2. Baterai Kancing

Segera bawa anak ke instalasi gawat darurat (IGD) jika ia menelan baterai kancing. Jika si kecil sudah berusia di atas 1 tahun, Bunda bisa memberinya 2 sendok teh madu setiap 10 menit hingga tiba di rumah sakit untuk mencegah terjadinya cedera pada tenggorokan.

3. Benda Tajam

Jika anak menelan benda tajam, segera bawa ia ke IGD. Benda tajam yang berukuran 1 inci atau lebih bisa tersangkut dan masuk ke kerongkongan, sehingga dapat menghalangi pernapasan anak. Hindari untuk mengeluarkan sendiri benda tersebut karena dapat menyebabkan kerusakan lebih banyak.

Jika anak menelan sesuatu yang berukuran kecil, bulat, dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya, dokter akan menyarankan Bunda untuk memberinya minum. Selain itu, jika benda yang tertelan dapat turun dengan mudah, dokter akan menyarankan Bunda untuk memberikan si kecil sepotong roti agar benda tersebut bisa terdorong turun dan keluar bersama kotoran.

Dokter juga bisa mencoba mengeluarkan benda yang tertelan melalui prosedur endoskopi. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat berbentuk teropong kecil yang akan dimasukkan melalui mulut.

Bila benda tersebut menutup kerongkongan, berbentuk tajam, mengandung listrik, dan berisiko menimbulkan dampak buruk, dokter akan melakukan prosedur endoskopi sesegera mungkin. Jika endoskopi tidak efektif untuk mengeluarkan benda yang ditelan anak, maka dokter akan kembali memastikan lokasi benda asing tersebut dengan melakukan Rontgen atau CT scan.

Operasi juga mungkin dilakukan jika benda yang ditelan anak berbentuk tajam, tidak bisa keluar secara alami, atau berisiko merusak usus.

Untuk mencegah hal yang berbahaya, segera bawa anak ke dokter jika ia menelan benda asing. Hindari mengeluarkannya sendiri karena hal tersebut justru berisiko menimbulkan dampak yang berbahaya. Penanganan yang tepat dan cepat pada anak yang menelan benda asing dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

Artikel Lain

10 Makanan yang menunjang kecerdasan Bayi - Medikacare
10 Makanan yang menunjang kecerdasan Bayi - Medikacare
Kebiasaan yang membuat anak terlambat bicara - Medikacare
Kebiasaan yang membuat anak terlambat bicara - Medikacare
Mengenali perkembangan pada anak dibawah usia 2 tahun - Medikacare
Mengenali perkembangan pada anak dibawah usia 2 tahun - Medikacare
MPASI - Medikacare
MPASI - Medikacare
No comments yet. Be the first to comment!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB